Rabu, 16 Juni 2010

LAPORAN KELOMPOK PRAKTIK LATIHAN PROFESI
DI SMAN 7 BANDUNG
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2009/2010





Oleh :

KELOMPOK PRAKTIKAN SMAN 7 BANDUNG





DIVISI PENDIDIKAN PROFESI DAN JASA KEPROFESIAN
DIREKTORAT AKDEMIK
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010
LEMBAR PENGESAHAN




LAPORAN KELOMPOK PROGRAM LATIHAN PROFESI (PLP) DI SMA NEGERI 7 BANDUNG
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2009/2010









Menyetujui,





Supervisor PLP UPI, Kepala SMA N 7 Bandung,




Dra. Siti darsati, M.Si Drs. Karyo Sunaryo
NIP195603231981012001 NIP.195409141978121002
DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK
PRAKTIK LATIHAN PROFESI
DI SMAN 7 BANDUNG
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2009/2010

No Nama Jurusan Nim
1 Nunung Nurjanah Pendidikan Sejarah 060333
2 Di Galih Siwi Peni Pendidikan Sejarah 0605516
3 Nida Sylviani Pendidikan Sejarah 0605814
4 Rahayu Pendidikan Kimia 060127
5 Rima Nurmalasari Pendidikan Kimia 060505
6 Didah Rahayu Pendidikan Kimia 0606371
7 Ondan Suheri Pendidikan Geografi 0608815
8 Sri Puji Utomo Pendidikan Geografi 0608142
9 Mekka M. Jamil Pendidikan Geografi 0609069
10 Diaz Rezqi Pendidikan B. Jerman 0608141
11 Dwi Agung B Pendidikan B. Jerman 0607642
12 Yuri Gandara R Pendidikan B. Jerman 060709
13 Derry Renanda P PJKR 0606096
14 Ayu Kusumadewi PJKR 0604092
15 Bayu Uno PJKR 0606089
16 Ida Hendrayani Bimbingan Konseling 0602429
17 Deviana F Bimbingan Konseling 0608806
18 Lutfhi NF Bimbingan Konseling 0607027
19 Dimas Tri Aditya Pendidikan B. Jepang 060677
20 Dwi Achintya Pendidikan B. Jepang 0606404
21 Gilang permana Pendidikan B. Jepang 0606409
22 Kustiantini Pendidikan B. Jepang 0609073
23 Fadly Agustimahir Pendidikan B. Jepang 060807
24 Dika Solihah Pendidikan Biologi 0606875
25 Opi ropina Pendidikan Biologi 0601971
26 Arraudhah A Pendidikan Biologi 054634
27 Karsim Pendidikan B. Sunda 0605724
28 Yanti Wijaya Pendidikan B. Sunda 060599
29 Anggi Permatasari Pendidikan B. Sunda 0605730
30 Anne Farida Pendidikan Fisika 060591
31 Eneng Nur Saadah Pendidikan Fisika 0605934
32 Nurul Ashri Pendidikan Fisika 0605693
33 Indriani SN Pendidikan Ilmu Komputer 0608764
34 Adhi Ismail HS Pendidikan Ilmu Komputer 0608852
35 Rici Rahayuning PPKN 0605484
36 Tateng kurniadi PPKN 0605745
37 Eki permana sidik PPKN 0605857





BAB I
PENDAHULUAN

A. Sejarah Perkembangan Sekolah
Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Bandung merupakan sekolah yang terletak di jalan lengkong kecil nomor 53, dengan nomor telpon (022) 4239947 sampai saat ini terakreditasi “A”. Bangunan SMAN 7 Bandung pada awalnya merupakan sebuah bangunan milik Ki Agus Asyari Abdul Syukur yang disewa oleh yayasan Hoa Chian Hok. Tapi seiring dengan berkembangnya zaman, pada bulan Agustus 1948 semua bangunan yang ada di ubah untuk dijadikan Sekolah Dasar. Kemudian pada Bulan Mei 1983 saat di Bandung terjadi berbagai perlawanan terhadap warga yang berketurunan Cina, maka semua sekolah cina diambil alih oleh pemerintah.
Untuk itu, kemudian Yayasan Hoa Chian Hok menyerahkan bangunan tersebut kepada Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada waku itu. Selanjutnya, oleh pemerintah bangunan tersebut kemudian dijadikan sebuah SMA filial dari SMA 2 yang berlokasi di Cihampelas. Namun, kemudian dengan berkembangnya gedung tersebut maka berdasarkan dikeluarkanlah Surat Keputusan (Sk) Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat tertanggal 30 Mei 1966 dimana semua gedung dari yayasan tersebut tersebut diresmikan sebagai gedung milik SMAN 7 Bandung.

B. Visi, Misi, dan Strategi SMA Negeri 7 Bandung
Visi SMA Negeri 7 Bandung
“Berakhlaq, Berbudaya, Unggul Dalam Prestasi Untuk Menyongsong Masa Depan”
Misi SMA Negeri 7 Bandung:
1. Mewujudkan suasana religius.
2. Meningkatkan profesionalisme.
3. Meningkatkan kemampuan intelektual dan kematangan emosional.
4. Memelihara rasa persaudaraan.
5. Mewujudkan manusia yang berbudaya bangsa.
6. Mengembangkan bakat seni dan olah raga.
7. Menumbuh kembangkan sikap optimisme.

Strategi yang Dijalankan SMA Negeri 7 Bandung:
1. Menyediakan sarana dan prasarana ibadah dan belajar.
2. Melaksanakan kegiatan rutin keagamaan, seni, olah raga dan rekreasi.
3. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pengajaran.
4. Meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan.
5. Meningkatkan kinerja tata usaha.
6. Menegakkan tata tertib sekolah.
7. Mengembangkan dan memberdayakan sumber daya manusia secara proporsional.





















C. Struktur Organisasi Sekolah
Adapun struktur organisasi SMA N 7 Bandung dapat terlihat pada gambar seperti dibawah ini:

















D. Denah Lokasi Sekolah
SMAN 7 Bandung beralamat di jalan Lengkong Kecil No. 53 Bandung. Sekolah ini termasuk dalam wilayah Pandeglang Kecamatan Lengkong Kodya Bandung. Luas tanahnya 5405 m2. Bangunan SMAN 7 Bandung menghadap ke selatan yang dibatasi oleh perumahan dan pertokoan, di sebelah timur adalah Jl. Naripan dan sebelah barat adalah Jl. Lengkong Besar menuju Jl. Dalem Kaum.

Denah dan lokasi SMA Negeri 7 Bandung dapat dilihat pada gambar di bawah ini:


E. Keadaan Fasilitas Civitas Akademika Sekolah (Guru, Karyawan, Siswa dan Sarana PBM)
Adapun gambaran tentang kondisi fasilitas civitas akademika SMA Negeri 7 Bandung yang meliputi keadaan peserta didik, karyawan, guru dan sarana/perlengkapan yang menunjang dalam proses belajar mengajar akan diuraikan sebagai berikut:
1. Peserta Didik (Siswa)
 Tata Tertib Siswa
- DASAR PEMIKIRAN
1. Menjunjung tinggi dan menghormati norma-norma sopan santun dan tata susila dimanapun berada.
2. Sebagai warga negara yang baik dan berbudi pekerti luhur akan selalu taat pada :
 Hukum dan Undang-undang Negara
 Taat dan patuh pada tata tertib sekolah yang berlaku
 Hormat pada Orang Tua, Bapak / Ibu Guru, dan Karyawan.
3. Memiliki rasa persatuan dan kekeluargaan antar sesama siswa dalam satu lingkungan SMA Negeri 7 Bandung
4. Senantiasa bersikap ramah, tenggang rasa, dan berbudi luhur dalam pergaulan bermasyarakat.
5. Menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah.
- TUGAS, KEWAJIBAN DAN LARANGAN
1. Hari Sekolah : Senin s.d. Jumat , Sabtu Kegiatan Eskul Wajib
2. Jam Sekolah
• Sekolah dimulai pukul 07.00 WIB
• Para siswa harus sudah hadir paling lambat 10 menit sebelum bel berbunyi. (sebelum jam pertama)
3. Hal Keterlambatan
• Siswa yang terlambat 15 menit ke atas wajib melapor Guru Piket dan mengisi Buku catatan keterlambatan dihadapan Guru Piket. Dan masuk pada saat pergantian jam belajar
• Siswa yang terlambat 30 menit keatas membuat surat pernyataan
• Terlambat pada pergantian jam pelajaran atau setelah Istirahat, penyelesaiannya diserahkan kepada Guru bersangkutan.

4. Tidak Masuk Sekolah
• Absensi Terencana Ijin tidak masuk sekolah disampaikan kepada Wali Kelas paling lambat satu hari sebelumnya.
• Absensi Mendadak
Siswa yang absent karena sesuatu hal, setelah masuk wajib menyerahkan Surat Keterangan dari Orang Tua/Wali Murid pada Wali Kelas.
• Siswa yang tidak masuk sekolah selama 6 hari berturut-turut tanpa pemberitahuan dianggap keluar / mengundurkan diri setelah dikonfirmasikan dengan Orang tua murid.
5. Ijin Meninggalkan Pelajaran
• Ijin meninggalkan pelajaran ( Dispensasi ) yang telah direncanakan sebelumnya harus disampaikan sehari sebelumnya.
• Ijin meninggalkan pelajaran secara mendadak karena sakit atau hal lain yang sah dilakukan dengan menyerahkan surat izin kepada Guru Piket dan ditandatangani oleh Guru Piket,
Wali Kelas dan Pimpinan Sekolah Pada prinsipnya dilarang:
• Meninggalkan pelajaran dengan alasan kurang perlu pada tempatnya (misalnya mengantar saudara dll)
• Siswa yang meninggalkan pelajaran pada pergantian jam, wajib minta ijin pada Guru yang mengajar pada jam berikutnya.
6. Larangan
• Siswa dilarang berkelahi dengan siapapun.
• Siswa dilarang memakai perhiasan maupun make up yang berlebihan termasuk mengecat kuku.
• Siswa dilarang membawa dan menggunakan : rokok, minuman keras, obat-obat terlarang, dan korek api.
• Siswa dilarang mencorel-coret dinding, meja, kursi, dll.
• Siswa dilarang membawa senjata tajam atau benda lain yang membahayakan diri / orang lain.
• Siswa dilarang masuk ke dalam lingkungan sekolah tidak dengan sopan, baik pakaian, penampilan, potongan rambut dsb.
• Siswa dilarang memakai pakaian seragam yang melanggar ketentuan yang berlaku.
• Siswa dilarang mengajak serta orang lain yang tidak berkepentingan masuk halaman sekolah tanpa ijin.
• Siswa dilarang membawa barang pornografi dalam bentuk apapun
• Siswa dilarang meninggalkan halaman sekolah pada waktu istirahat, tanpa ijin Guru Piket / Pimpinan Sekolah.
• Siswa dilarang membawa makanan / minuman ke dalam kelas pada saat jam pelajaran.
• Satu-satunya organisasi sekolah adalah OSIS.
• Tidak dibenarkan bergerombol di tangga, tempat parkir dsb. sehingga mengganggu orang lain,
• Siswa pria dilarang berambut panjang / gondrong / gundul dan memakai anting-anting, siswa putri dilarang berambut "kliwir".
• Siswa dilarang berencana / menunjukan tanda-tanda / sikap akan memukul / membahayakan keselamatan Guru / Karyawan Sekolah.
• Siswa dilarang melakukan tindak asusila yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan agama.
• Siswa dilarang mengganggu ketenangan dengan bunyi-bunyian atau mercon.
• Siswa dilarang mengaktifkan Hand phone saat Proses Belajar Mengajar. Kehilangan Handphone bukan menjadi tanggung jawab sekolah.
• Pihak Sekolah tidak bertanggung jawab apabila siswa kehilangan kendaraan roda dua (motor) ataupun roda empat (mobil).




7. Kewajiban Kelas
• Setiap kelas dengan dipimpin ketua kelasnya wajib menjaga kebersihan / kerapian kelas.
• Memelihara barang-barang inventaris kelas.
• Setiap kelas wajib menjaga kerukunan dan kekeluargaan

 UPACARA BENDERA
Upacara pengibaran bendera dilaksanakan setiap hari Senin jam 07.00 satu bulan sekali dan Hari-hari Besar Nasional dengan kententuan sebagai berikut:
1. Wajib diikuti oleh semua siswa atau kelas yang mendapat giliran dengan tertib, khidmat dan tenang
2. Dipimpin oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah atau Guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah
3. Pengatur / petugas upacara ialah yang mendapat giliran

 PAKAIAN DAN CARA BERPAKAIAN
1. Hari Senin sampai rabu berpakaian seragam putih abu (sesuai gambar)
2. Hari Kamis memakai batik khas sekolah dengan celana/rok abu
3. Hari Jum’at berpakaian muslim warna putih. Bagi non muslim menyesuaikan dengan seragam sekolah
4. Hari Sabtu adalah hari ekstra kurikuler maka siswa berpakaian sesuai dengan pakaian eskul yang diikutinya (siswa wajib mengikuti eskul pilihan).
5. Tidak diperkenankan memakai jaket, mantel, topi bebas di lingkungan sekolah
6. Tidak diperkenankan memakai jaket, mantel, topi bebas di lingkungan sekolah
7. Pakaian dan cara berpakaian siswa putri:
• Baju berwarna putih dan rok abu tidak tipis/transparan, tidak ketat, memakai kaos dalam lengkap atribut sekolah
• Rok panjang di bawah lutut memakai sabuk berwarna hitam polos dengan logo SMAN 7
• Bagi muslimah memakai jilbab Baju dimasukkan kedalam rok
• Memakai sepatu hitam polos baik saat belajar maupun saat berolah raga, tidak berhak tinggi, bukan sepatu balet, bukan sepatau sandal/sepatu gunung. Kaos kaki putih polos.
• Rambut disisir dan tidak dicat, bagi yang berambut panjang agar diikat rapih, kuku tidak panjang dan tidak bercat
• Tidak diperkenankan memakai perhiasan mewah, ber-make up atau bersolek yang berlebihan

8. Pakaian dan cara berpakaian siswa putra :
• Kemeja berwarna putih dan celana panjang abu-abu lengkap dengan atribut sekolah
• Baju dan celana tidak ketat, memakai kaos dalam
• Baju dimasukkan kedalam celana memakai sabuk hitam SMAN 7
• Memakai sepatu hitam baik saat belajar maupun saat berolah raga, tidak berhak tinggi, bukan sepatu sandal/sepatu gunung, kaos kaki putih polo
• Rambut tidak melebihi krag baju (cepak) dan tidak dicat
• Tidak memakai gelang, anting/kalung, ditindik dan bertato
• Pakaian olahraga harus sesuai dengan yang ditetapkan sekolah
• Tidak memakai gelang, anting/kalung, ditindik dan bertato
• Pakaian olahraga harus sesuai dengan yang ditetapkan sekolah

 KEHADIRAN
1. Setiap siswa wajib hadir setiap hari dalam kegiatan Belajar Mengajar
2. Siswa yang berhalangan hadir karena sakit diwajibkan mengirim surat dari orang tua atau wali surat keterangna Dokter
3. Siswa yang tidak hadir tanpa keterangan dianggap alpa





 LAIN-LAIN
Siswa diwajibkan :
1. Memelihara dan menjaga ketertiban, kebersihan, keindahan, keamanan, kekeluargaan, kerindangan dan kenyamanan (7K)
2. Menyelesaikan administrasi sekolah(SPP) tepat waktu (paling lambat tanggal 10 setiap bulan)
3. Menjaga nama baik pribadi, keluarga, teman dan sekolah
4. Aktif dalam keghiatan ekstra kurikuler yang diikutinya
5. Bersikap ramah, sopan dan menghargai semua orang
6. Memelihara dan menjaga semua fasilitas yang ada di sekolah
7. Menghormati Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Wali kelas, Guru
8. Wajib mengikuti shalat Zhuhur berjama’ah dan tidak ribut saat berada di mesjid .


 EKTRAKURIKULER
Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Serta dapat menumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Ektrakurikuler yang ada di SMA Negeri 7 antara lain :
1. OSIS
2. PASKIBRA
3. PRAMUKA
4. PMR
5. BASEBALL
6. FUTSAL
7. HOCKEY
8. PERKUSY
9. BOSMAT
10. BULUTANGKIS
11. B. JEPANG
12. B. JERMAN
13. TKP
14. KS
15. KAMUS
16. AMURA KARATEDO
17. GOSH
18. MP

19. DEGUNG
20. ANGKLUNG


1. Guru dan Kepegawaian
 Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Bandung: Drs. Karyo Sunaryo 195409141978121002
 Wakil Kepala Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan:
Drs. Mohamad Ahyar
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum:
Apep Rahdiyana, S.Pd.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas:
Drs. Udin Hasan Muhidin
Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana:
Udin, S.Pd



• Guru - Guru SMA Negeri 7 Bandung
No. Nama Pengajar Mata Pelajaran
1. Dra. Hj. Entih Kartutih Sejarah
2. Dra. Hj. Niena Yuliana, Sm.Hk PKN / PLH
3. Drs. H. Zaenudin Atmawireja Biologi / PLH
4. Drs. Pepen Effendi Bh. Indonesia
5. Dra.HJ.Ii Widaningsih Ekonomi / PLH
6. Drs. Udin Hasan Muhidin Sejarah
7. Dra. Hj. N. Lily Marliana Matematika
8. Drs. H. Ade Saefudin, M.Pd Fisika
9. Dra. Nani Sumartini Bh. Indonesia
10. Drs. Dahlan Syaefudin BP. / BK
11. Drs.Lukman Syarief, M.M Kimia
12. Dra. Enny Sumarni. Gandawijaya Sejarah/Antropologi
13. Dra. Dini Rukitasari Bh. Jepang
14. Dra. Tuti Herawati Geografi
15. Drs. Mohamad Ahyar Penjaskes
16. Dra. Hj. Ida Farida Kimia
17. Drs. Dede Darwadi PKN/ Bh. Sunda
18. Dra. Hj. Jetty Herrijati Bh. Inggris
19. Drs.Tatang Ojang Bh. Indonesia
20. Dra. Nina Barliah Bh. Indonesia
21. Dra. Hj. Iin Katini BP. / BK
22. Drs. H. Wawan Ruswenda Akuntansi
23. Drs. Tajudin Pend Agama Islam
24. Drs. Moh. Tohamiharja Rahman BP. / BK
25. Drs. Muhajar Abdul Hadi Sosiologi/geografi
26. Drs. Edy Junaedi Penjaskes
27. Hj. Ambarwati Oemaran, S.Pd Matematika
28. Dra. Lesmini Suryanti Bh. Inggris
29. Dra. Tri Harti Dyah Permata Sri. H Bh. Jerman
30. Dra. Ny. Rd. Dewi Kurniati PKN / PLH
31. Drs. Agus Thuan BP. / BK
32. Imas Setiamanah, S.Pd BP. / BK
33. Dra. Yuyun Sariningsih Kimia
34. Raflis Sarif, S.Pd Sosiologi
35. Sucipto, S.Pd. Matematika
36. Apep Rahdiana, S.Pd Matematika
37. Udin, S.Pd Biologi / PLH
38. Dra. Lingguan Alam PKN / PLH
39. Dra. Yeti Nurhayati Bh. Inggris
40. Sakim, S.Pd, M.Pd Fisika
41. Rahmat Karim, S.Pd Biologi / PLH
42. Lilis Aminah, S.Pd Fisika
43. Maman Suratman, S.Pd Kimia
44. Muh. Denny Budiyana, S.Pd Matematika
45. Drs. Bambang Wahyu S.P Fisika / TIK
46. Drs. Abdul Rohman Q.O.M Biologi / PLH
47. RR. Dyah Sri Andayani, S.Pd IPS / Ekop
48. Dhewayani, S.Pd Ekonomi
49. Otong Karma, S.Pd Bh. Inggris
50. A I Hamidah, S.Pd Matematika
51. Yuliati Aslami, S.Pd Bh. Indonesia
52. Retno Intan Sari Fatimah, S.Pd Penjaskes
53. Kasnawati, S.Pd PKN / PLH
54. Respati Sri. N, S.Pd Bh. Indonesia
55. Dewi Supardini, S.Pd Bh. Inggris
56. Erni Ernawati, S.Pd Fisika
57. Debby Raeni Aprilian, S.Pd Ekonomi
58. H.A.M Budiyaman, S.Ag Pend. Agama Islam / DEPAG
59. Drs. Syarifuddin Ismail Pend. Agama Islam / DEPAG
60. Dede Sutisna, Drs Pend. Seni Rupa
61. Wahdan Djunaedi,S.Pd TIK
62. Santy Nuriska, S. Pd TIK
63. Euis Widaningsih, S.Pd Bh. Sunda
64. Nur afni, S.Si
TIK
65. Zam'an Soleh B, S.Pd TIK
66. Dadan Hamdani, S.Pd Bh. Jerman
67. Hendra Marandika, Amd. Com
TIK
68. Desy kristianty, S.Pd Bh. Sunda
69. Reva Riswanti, S.Pd Pend. Seni Musik
70. Olih Ahmad Solihin, Drs Bh. Sunda
71. Dadang Pend. Agama Kristen
72. Isnasita Hafsari, S.Sos Perpustakaan
73. Widhi P Admin


• Staff Tata Usaha SMA Negeri 7 Bandung
Kepala Tata UsahH. Eddy Hidayat
No. Nama
1. H. Eddy Hidayat
2. Yayat Ruchimat
3. Anisah
4. Lili Suherli, S.Pd
5. Ondi, S.Pd
6. Nining Didayuningsih
7. Wawan Darwan
8. Ikin Sodikan
9. Eni
10. Yayan Nur'aeni
11. Riky Kurniawan
12. Eko Mujiono
13. Iyep
14. Karso
15. Agus Setiawan
16. Tatang Saepudin
17. Endang Rahmat
18. Dede Fatimah
19. Andri Permadi

• Susunan Komite Sekolah SMA Negeri 7 Bandung
Ketua : R. Adang Rachmat
Wakil Ketua : Drs. Sumarna, M.Pd.
Sekretaris : H. Agus Fahcri
Bendahara : Titin Heryatin






















• MGMP
NO NAMA GURU KOORDINATOR MGMP
1. Drs.Syafrudin Ismail Pend.Agama Islam
2. Drs.Pepen Effendi Bahasa Indonesia
3. Dra.Lesmini Suryanti Bahasa Inggris
4. Drs. Udin Hasan M Sejarah
5. Dra.HJ.Lily Marliana Matematika
6. Dra.HJ.Ii Widaningsih Ekonomi
7. Dra.Hj.Niena Yuliana, Sm.Hk PKn
8. Dra.HJ.Ida Farida Kimia
9. Drs.H.Zaenudin A Biologi
10. Lilis Aminah , S.Pd Fisika
11. Dra.Tuti Herawati Geografi
12. Drs.Muhajar A.Hadi Sosiologi
13. Dra.Enny Sumarni G Antropologi
14. Dra. Tri Harti Dyah PSH Bahasa Asing
15. Dra.Mohamad Ahyar Penjaskes
16. Drs.Dede Sutisna Seni Budaya
17. Drs.Dahlan Syaefudin BP/BK
18. Drs.Dede Darwadi Bahasa Sunda
19. Debby Raeni A. S.Pd TIK
20. Drs.Abdul Rohman Q PLH

- Tata Tertib Guru
a. Pengertian: Tata tertib guru adalah suatu aturan yang dibuat untuk ditaati Guru, yang melanggar tata tertib tersebut akan dikenakan sanksi hukuman, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
b. Tujuan: Tata tertib Guru ini bertujuan untuk mewujudkan disiplin guru yang kuat, rasa tanggung jawab pada tugasnya, semangat kerja yang tinggi dan berinisiatif dalam melaksanakan tugasnya, dan juga merupakan komponen dalam menunjang ketahanan sekolah untuk tercapainya target yang hendak dicapai setiap tahun, demi tercapainya tujuan sekolah juga tujuan pendidikan nasional.
c. Tata Tertib Guru :
1. Setiap guru wajib mengikuti “Upacara Bendera”,dan pada setiap upacara Resmi Kenegaraan.
2. Setiap guru hadir di sekolah 5 menit sebelum lonceng pertama berbunyi.
3. Selama jam belajar setiap guru tidak dibenarkan berkeliaran/meninggalkan tempat tugasnya/ruang kelasnya.
4. Setiap guru yang terlambat hadir,harus lebih dahulu melaporkan kepada guru/piket atau Kepala Sekolah setelah ada koordinasi dengan guru piket/Kepala Sekolah baru dibenarkan memasuki ruangan kelas.
5. Setiap Guru harus memaraf daftar hadir guru setiap hari kerja sesuai dengan hari tugasnya.
6. Setiap guru yang sering terlambat dan pulang sebelum habis jam kerja diberi peringatan dan pembinaan.
7. Setiap guru yang karena sesuatu hal terpaksa meninggalkan tugasnya, harus lebih dahulu mendapat izin dari Kepala Sekolah atau Wakasek ( bila Kepala Sekolah dinas luar)
8. Setiap guru yang tidak hadir melaksanakan tugasnya karena sesuatu hal, harus membuat surat pemberitahuan dari guru bersangkutan kepada Kepala Sekolah dengan menyatakan alasan tidak hadir dan mengirimkan bahan pelajarannya agar dapat dibantu guru piket sehingga Proses Belajar Mengajar tidak terhalang.
9. Setiap Guru yang tidak hadir karena sakit lebih dari 3 (tiga) hari harus dibuktikan dengan Surat Keterangan Dokter.
10. Setiap Guru melaksanakan penyusunan perangkat pengajaran (AMP,PROTA,PS,PSP,RP,Program Mingguan).
11. Setiap Guru melaksanakan penyajian program pengajaran atau praktik.
12. Setiap Guru melaksanakan evaluasi belajar (penilaian proses belajar : Ulangan Umum,Ulangan Harian, Ujian Nasional).
13. Setiap Guru melaksanakan Analisis Hasil Evaluasi Belajar atau Praktik.
14. Setiap Guru melaksanakan Penyusunan dan Pelaksanaan Program Perbaikan dan Pengayaan.
15. Setiap Guru mengisi nilai Siswa Daftar nilai, dan melaporkannya kepada Wakasek Urusan Kurikulum/Kasek.
16. Setiap Guru melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan kepada guru lain dan siswa dalam kegiatan Proses Belajar Mengajar).
17. Setiap Guru menggunakan alat peraga/praktik dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan,dan membuat alat peraga/praktik sederhana sesuai dengan yang ada di lingkungan alam sekitarnya.
18. Setiap Guru menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni dari guru lain.
19. Setiap Guru melaksanakan tugas tertentu disekolah sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah yang di buat setiap semester/tahun.
20. Setiap Guru mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan Kurikulum.
21. Setiap Guru mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
22. Setiap Guru membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar setiap siswa.
23. Setiap Guru mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.
24. Setiap Guru mengatur kebersihan ruang kelas dan praktikum.
25. Setiap Guru mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
26. Setiap Guru meminjam peralatan sekolah harus mengembalikannya kesekolah.
27. Setiap Guru mengajar jam terakhir harus terakhir meninggalkan kelasnya.
28. Setiap Guru yang menggunakan alat peraga/praktik harus mengembalikannya ke tempatnya.
29. Setiap Guru mengisi catatan kelas sesuai batas materi yang diajarkan.
30. Setiap Guru melaporkan Pencapaian Target Kurikulum (PTK) pada setiap akhir semestersesuai dengan pormat yang disediakan sekolah.
31. Setiap Guru melaporkan Daya Serap (DS) pada tiap akhir Semester sesuai dengan format yang disediakan sekolah.
32. Setiap Guru berpakaian sopan bersih dan rapi : (a) Pada Hari Senin memakai Pakaian Seragam kerja Pemda warna kuning. (b) Pada hari Selasa, Pria berkemeja biru dan berdasi,Ibu-ibu pakaian warna Ungu dan Rabu Pakaian bebas rapi dan sopan, Kamis memakai seragam Batik ,Jumat memakai pakaian Muslim.
33. Setiap Guru harus membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
34. Setiap Guru diusahakan tidak merokok atau memakan makanan atau minum teh manis/kopi didalam kelas.
35. Setiap Guru Berakhlak yang baik, budi pekerti yang luhur.
36. Setiap Guru menyisir rambut dengan rapi (Guru pria tidak gondrong).
37. Setiap Guru ikut bertanggung jawab agar terlaksana tata tertib/disiplin sekolah dan melibatkan diri disetiap kegiatan sekolah.
38. Setiap Guru turut menjaga nama baik sekolah dan berperan aktif ditengah masyarakat.
39. Setiap Guru memberikan saran kepada Kepala Sekolah demi kemajuan sekolah.

2. Keadaan Fasilitas/Sarana
 Tanah
Luas tanah SMA Negeri 7 Bandung kurang lebih 4.620 m2, yang dipakai bangunan 2.159 m2. Masih harus diupayakan dokumen kepemilikan tanah dan bangunan termasuk sertifikatnya. Keadaan bangunan dan ruangan masih perlu ditata kembali agar lebih representatif bagi kegiatan pendidikan.

Adapun kondisi dan fasilitas sekolah adalah sebagai berikut:
No Nama Ruangan Jumlah
1. Ruang Kelas 26 Ruangan
2. Lab. Biologi 1 Ruangan
3. Lab. Fisika 1 Ruangan
4. Lab. Kimia 1 Ruangan
5. Lab. Bahasa 1 Ruangan
6. Lab. Komputer 1 Ruangan
7. Perpustakaan 1 Ruangan
8. Ruang Kepala Sekolah 1 Ruangan
9. Ruang Wakasek 1 Ruangan
10. Ruang Divisi ICT 1 Ruangan
11. Ruang Guru 1 Ruangan
12. Ruang TU 1 Ruangan
13. Ruang Komite Sekolah Tidak Ada
14. Masjid 1 Ruangan
15. Kantin 1 Ruangan
16. OSIS 1 Ruangan
17. Sarana Olah Raga Indor 1 Ruangan
18. Sarana Olah Raga Outdor 1 Ruangan
19. Ruang BP/BK 1 Ruangan
20. Gudang ATK Tidah ada
21. Ruang Koperasi 1 Ruangan
22. Ruang Piket KBM 1 Ruangan
23. Ruang Dapur 1 Ruangan
24. WC Siswa 2 Ruangan
25. WC Guru 2 Ruangan
26. Rumah Penjaga Sekolah 1 Ruangan

















BAB II
MASALAH-MASALAH KEPENDIDIKAN

A. Gambaran Umum Pelaksanaan Kegiatan PLP di SMA N 7 Bandung
Pada dasarnya kegiatan PLP di SMA Negeri 7 Bandung berjalan dengan baik, dimana dari segi proses pembelajaran bagi praktikan, pihak sekolah memberikan keleluasaan kepada para praktikan dalam koridor-koridor tertentu. Permasalahan selau bisa di pecahkan dengan cepat, hak dan kewajiban para praktikan PLP berjalan secara normal dibawah bimbingan para Dosen Luar Biasa (DLB) dan seluruh warga SMA Negeri 7 Bandung.
Permasalahan selalu muncul dari para praktikan sendiri, hal ini sebagai bukti bahwa praktikan cukup lambat bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Tanggungjawab, disiplin yang tinggi serta cepat membaca situasi, mungkin itu yang sebenarnya harus sudah tertanam dalam diri peserta praktikan sebelum berada di sekolah. Akan tetapi kegiatan PLP merupakan sebuah wahana pembelajaran bagi para mahasiswa dalam menerapkan seluruh teori-teori kependidikan yang telah didapatkan. Akan tetapi, kesenjangan selalu terjadi. Menjadi seorang guru yang sebenarnya jauh lebih berat dibandingkan teori yang sebenarnya. Adapun masalah-masalah yang dihadapi oleh PLP selama di sekolah dapat dilihat dari beberapa aspek berikut ini:

B. Pengelolaan/Pelaksanaan Kurikulum
Pada dasarnya pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 7 Bandung tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan kurikulum di SMA-SMA lain, pada dasarnya praktikan tidak mengalami banyak permasalahan dalam pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 7 Bandung. Namun, ada sedikit kendala yang dihadapi oleh praktikan dalam pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 7 Bandung yaitu:
1. Pembuatan RPP
Tidak adanya pedoman baku dalam penyusunan RPP menyebabkan para praktikan agak kewalahan dalam menyusun RPP, hal ini berpengaruh terhadap jadwal waktu penampilan di kelas. Sehingga, penampilan para praktikan di kelas tidak selalu sama persis dengan apa yang telah direncanakan dalam RPP.
2. Adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Adanya kurikulum baru membuat praktikan lebih tertantang dalam melakukan proses kegiatan pembelajaran di kelas dalam menggunakan model pembelajaran dan media pembelajaran yang lebih baik dan menarik. Dalam kurikulum tersebut, setiap materi selalu diadakan evaluasi agar dapat diketahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa sehingga setiap materi pembahasan harus dapat tersampaikkan dengan baik kepada siswa. Terkadang para praktikan sulit untuk menentukan metode, alat evaluasi dan juga media yang emanrik dan yang cocok untuk memudahkan siswa memahami suatu materi.
3. Proses Penampilan
Dalam proses penampilan para praktikan untuk pertama kalinya agak kesulitan dalam menggunakan metode mengajar, karena para siswa tidak semuanya memiliki buku paket pelajaran. Selain itu, sulitnya para Praktikan dalam penguasaan kelas, dengan keadaan siswa yang ribut dan sulit dikondisikan untuk belajar.

C. Pembinaan Kesiswaan
Di SMA Negeri 7 Bandung pembinaan kesiswaan di pusatkan dan dibina oleh guru BP/BK, dan dibantu juga oleh praktikan dari jurusan BP/BK, proses pembinaan biasanya bersifat insidential setiap harinya tidak terjadwalkan dengan tetap. Pembinaan biasanya diintensifkan bagi siswa-siswa yang bermasalah di sekolah baik itu dalam hal sikap dan perilaku, serta dalam hal pelajaran di kelas.
Selain pembinaan dari guru BP/BK, pembinaan kesiswaan juga di pusatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler bagi seluruh siswa, dan berlangsung sesuai jadwal ekstrakurikuler yang ada, biasanya dilaksanakan sesudah jam pulang sekolah (sore).
Permasalahan dalam pembinaan kesiswaan dapat dikelompokan sebagai berikut;
1. Pembinaan Personal Siswa
Ada beberapa kendala untuk mengetahui permasalahaan-permasalahan siswa secara personal, adapun permasalahannya disebabkan oleh hal-hal berikut:
a. Tidak adanya jadwal khusus untuk menampung permasalahan siswa dengan guru praktikan.
b. Kesadaran praktikan akan pembinaan kesiswaan yang dirasakan masih kurang.
c. Terlalu terfokusnya para praktikan terhadap proses penampilan di kelas
2. Pembinaan organisasi siswa
Pembinaan organisasi siswa oleh praktikan dirasakan tidak optimal, tugas pembinaan setiap minggunya selalu berbeda-beda organisasinya. Selain itu banyak terlupakannya organisasi-organisasi kesiswaan oleh praktikan diakibatkan oleh kurangnya koordinasi para praktikan dengan pihak sekolah.

D. Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler
Dalam kegiatan ekstrakulikuler pihak sekolah telah menugaskan para praktikan untuk memantau kegiatannya setiap hari sesuai jadwal ekstrakurikuler yang dipilih oleh prktikan, sesudah jam pulang sekolah. Hal tersebut menjadi sebuah kewajiban bagi para praktikan untuk membimbing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 7 Bandung.
Ada beberapa permasalahan bagi para praktikan dalam penyelenggaraan ekstra kurikuler, diantaranya:
1. Kemampuan para praktikan yang berbeda-beda.
2. Banyaknya para praktikan yang tidak hadir pada saat jadwal pelaksanaan ekstrakurikuler yang telah dipilih oleh praktikan sendiri, dikarenakan adanya beberapa halangan atau keperluan praktikan.
3. Kurang dipahaminya peran dan tugas praktikan dalam penyelengaraan ekstrakurikuler.

E. Pembinaan Kerjasama dengan Orang Tua Siswa
Kerjasama dengan orang tua siswa tidak terlalu mengalami kendala yang berarti hal ini buktikan dengan terjalinnya kerjasama yang baik antara PLP dengan wali murid. Oleh karena itu, sejauh ini tidak ada orang tua siswa yang melakukan komplen atau bentuk ketiak senangan apapun terhadap PLP. Malahan ada beberapa orang anggota PLP di SMA N 7 Bandung yang diminta orangtua siswa untuk memberikan bimibingan diluar sekolah (les). Oleh karena itu, ini membuktikan adanya kerjasama yang baik antara kedua belah pihak.



F. Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran
Dalam mengelola fasilitas sekolah, para PLP berusaha untuk bertanggungjawab terhadap penggunaan fasilitas sekolah tersebut. Oleh karena itu, setiap anggota PLP yang menggunakan fasilitas sekolah baik infokus, labolatoruim, mapun peralatan dan gedung lainnya senantiasa di rapihkan kembali sehingga fasilitas tersebut bisa terpelihara dengan baik. Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti dalam mengelola fasilitas sekolah, karena para PLP pun cukup tahu diri sehingga tidak saja hanya bisa menggunakan tapi juga turut membantu dan memelihara fasilitas tersebut.

G. Pengelolaan Kesejahteraan Civitas Akademika
Dalam hal ini para praktikan memiliki permasalahan yang cukup dilematis, dimana praktikan tidak memiliki ruangan khusus untuk berkumpul, sehingga menyulitkan para praktikan untuk melaksanakan koordinasi. Pada awalnya praktikan diberi ruangan untuk berkumpul oleh pihak sekolah di ruangan depan labolatorium komputer, namun karena sejak awal para praktikan sering berkumpul di ruangan piket KBM dan merasa nyaman di ruangan tersebut karena posisinya yang strategis (dekat dengan pintu gerbang masuk, dekat dengan kantin, dan sebelah ruangan piket KBM adalah ruangan wakil kepala sekolah). Walaupun pada dasarnya, ruangan piket KBM tersebut luasnya terbatas atau dapat dikatakan sempit. Sehingga para praktikan yang jumlahnya sebanyak 36 orang menjadikan ruangan piket tidak kondusif. Akan tetapi hal tersebut punya poin plus bagi para praktikan, dimana para praktikan bisa bersosialisasi secara cepat dengan siswa-siswi, guru-guru dan lingkungan yang ada di SMA Negeri 7 Bandung.

H. Masalah Piket
Partisipasi dalam berbagai kegiatan di sekolah merupakan suatu kewajiban bagi seluruh praktikan PLP. Salah satu kegiatan utama selain dari mengajar yaitu piket. Masalah yang dihadapi yaitu sulitnya membagi waktu untuk bertugas di masing-masing piket. Setiap minggu praktikan memiliki waktu satu hari untuk tugas berjaga, selebihnya digunakan untuk mengajar, piket perpustakaan dan piket BK/BP. Setiap hari tugas piket ini diisi oleh 9 praktikan, dan ada satu hari yang di isi oleh tujuh orang praktikan. Walaupun jumlah praktikan tergolong cukup banyak, namun tetap saja ada praktikan yang tidak dapat memenuhi atau menjalankan tugas piketnya sesuai jadwal, dengan alasan ada jadwal mengajar atau keperluan lainnya, padahal tugas piket ini membutuhkan tanggung jawab dari setiap orangnya sehingga jika ada praktikan yang tidak dapat bertugas piket. Maka akan sangat berpengaruh karena tugas piket sehari-harinya cukup membutuhkan tanggung jawab dari setiap orangnya.

I. Proses Bimbingan
1. Bimbingan dengan Dosen Luar Biasa PPL
Masalah yang dihadapi berhubungan dengan proses pembelajaran :
• Persiapan mengajar yaitu persiapan membuat silabus dan rencana proses pembelajaran,
• Proses pembelajaran yaitu penggunaan metode yang tepat dalam mengajar dan penguasaan kelas.
• Proses evaluasi yaitu tes yang diberikan kepada siswa, baik untuk ulangan harian maupun ujian akhir semester.
2. Bimbingan dengan Dosen Tetap PPL
Permasalahan yang dihadapi yaitu penyusunan silabus, rencana proses pembelajaran dan proses penampilan.


BAB III
UPAYA PENANGGULANAGAN MASALAH KEPENDIDIKAN

A. Pengelolaan/Pelaksanaan Kurikulum
1. Mengenai masalah Perbedaan format Kami antara sekolah dengan pihak UPI dapat diantisipasi dengan memadukan kebaikan keduanya.
2. Kami menyesuaikan metode belajar, yaitu antara karakteristik siswa dengan materi yang akan diajarkan. Pada umumnya Kami menggunakan metode ceramah sebagai alternatif untuk mengantarkan pembelajaran pada pokok bahasan, metode diskusi untuk pokok bahasan yang bersifat pengetahuan sebagai contoh pokok bahasan tentang bentuk-bentuk pasar, metode problem solving untuk pokok bahasan yang bersifat dilematis atau studi kasus, contoh pokok bahasan peran pemernintah dalam menentukan harga.
3. Agar kelas dapat dikelola dengan baik, maka Kami menggunakan metode yang tepat dengan karakteristik siswa dan pokok bahasan, selain itu agar pembelajaran lebih menarik lagi Kami menjadikan pembelajaran itu lebih menantang dengan memadukan pokok bahasan dengan pengetahuan siswa yang diperoleh dari lingkungan keluarga, pengalaman, lingkungan masyarakat dan sebagainya. Dengan memadukan berbagai potensi tersebut proses pembelajaran berjalan dengan baik
4. Kurikulum yang berganti-ganti terus wlaupun belum tuntas merupakan masalah tersendiri bagi Kami. Hal ini berdampak pada materi ajar yang berbeda-beda antara buku satu dengan buku lainnya. Alternatif yang dipakai yaitu menyatukan materi dari berbagai sumber yang berbeda untuk mendapatkan keutuhan psoses pembelajaran. Hal ini sedikit berbeda dengan siswa itu sendiri, mereka terbatas pada buku pegangannya yang isinya memiliki perbedaan dengan materi yang seharusnya diajarkan.

B. Pembinaan Kesiswaan
Sebagai solusi permasalahan pembinaan terhadap siswa, para PLP berusaha mengoptimalkan interaksi dengan siswa baik didalam kelas, maupun diluar kelas. Pembinaan kesiswaanpun tidak hanya dilakukan ketika jam mengajar, beberapa PLP diantaranya berusaha meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan khusus kepadasiswa-siswa yang bermasalah dalam kelas maupun luar kelas. Keterbatasan waktu para PLP disekolah untuk memberikan pembinaan disiasati dengan menggunakan media teknologi handphone maupun internet untuk tetap mengetahui perkembangan diri siswa, maupun konsultasi.

C. Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler
Agar dapat membina siswa secara intensif dan fokus, maka para PLP mengusahakan dalam satu minggu sekali mengikuti kegiatan kurikuler kesiswaan. Hari sabtu adalah hari semua para PLP ikut terlibat aktif dalam kegiatan kurikuler. Hari sabtu merupakan hari khusus untuk kurikuler tidak hanya bagi siswa tapi juga para PLP. Untuk mengatasi halangan yang kadang-kadang membuat seorang PLP tidak dapat mengikuti kegiatan ekskul, maka harus memberikan informasi kepada teman PLP lainnya sehingga siswa tidak terlantarkan.

D. Pembinaan Kerjasama dengan Orang Tua Siswa
Seperti yang diungkapkan diatas kerjasana dan hubungan dengan oragtua siswa tidak mengalami kendala yang berarti. Para prktikan turut membantu sekolah dalam:
1. Menanmpung saran-saran dan pendapat masyarakat untuk memajukan sekolah jika ada
2. Memberikan informasi kepada Orangtua mengenai perkembangan peserta didik dan sekolah
3. Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian pada masyarakat.

E. Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran
Seperti yang diungkapkan diatas, permasalahan mengenai pengelolaan fasilitas sekolah tidak mengalami kendala yang berarti. Kami para PLP senantiasa berusaha untuk bertanggungjawab terdap penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana sekolah dengan cara memelihara, tidak merusak ataupun mengacaukannya. Setiap penggunaan fasilitas kami selalu membersihkan dan merapihkannya kembali.adpun jika kami tidak tahu cara menggunakan fasilitas tersebut, maka kami meminta bantuan kepada petugas dari sekolah.



F. Pengelolaan Kesejahteraan Civitas Akademika
Untuk mensisasati ruangan yang terbatas, maka kami menggunakan tempat-tempat yang kosong meskiun tidak strategis, diantaranya para PLP ada yang menyebar ke perpustakaan, di depan labolatorium komputer ataupun didepan ruang piket. Selain itu beberapa jurusan diantaranya Olah Raga dan BK stand by di ruangan masing-masing yang telah disediakan.

G. Masalah Piket
1. Berdasarkan pembagian jumlah praktikan dan jumlah hari efektif piket, setiap harinya petugas piket itu sebanyak 7 sampai 9 orang. Tapi praktikan yang benar-benar bisa melaksanakan tugas piket hanya sekitar 4-5 orang, sebagiannya ada jadwal mengajar sehingga piket terabaikan. Untuk mengantisipasi permasalahan ini, petugas piket yang terbatas (tiga orang) disebar ke tempat-tempat piket yang paling membutuhkan petugas. Penyebaran ini bisa dua orang petugas di piket KBM plus penjaga gerbang, dua orang petugas di BP satu orang lagi di perpustakaan.
2. Tidak dapat dipungkiri ada sebagian kegiatan (hal) dari para petugas piket yang memaksa mereka meninggalkan kewajibannya. Kegiatan itu seperti tugas mengajar, bimbingan skripsi, kepentingan keluarga, sakit dan sebagainya. Hal ini harus mendapatkan perhatian dan maklum dari semua, hal ini dapat diantisipasi dengan menempatkan sebagian guru praktikan yang tidak memiliki jadwal piket tetapi mereka memiliki waktu luang. Mereka dapat mengisi tempat piket yang membutuhkan petugas tambahan, hal ini dapat membantu jalannya pelaksanaan piket praktikan PPL yang lainnya.
3. Praktikan PLP olah raga memang memiliki jadwal yang padat, hampir setiap hari mereka memiliki jadwal mengajar, sehingga tugas piket membutuhkan waktu khusus. Hal ini dapat diantisipasi dengan mengintensifkan satu hari untuk piket olah raga dijadwal kosong mereka. Praktikan olah raga memiiki jadwal hari Jumat, namun apabila mereka ada halangan karena harus membimbing ujian prktek atau ada kejuaraan, maka hal ini disiasati dengan meminta bantuan PLP dari jurusan lainnya untuk menggantikan tugas mereka sehingga, piket tidak terabaikan.


H. Proses Bimbingan
Karena para siswa SMA Negeri 7 memiliki kemampuan dan tingkat intelegensi yang cukup bagus, maka Kami tidak kesulitan dalam memilih metode yang tepat, Kami hanya membimbing dan mengarahkan proses pembelajaran. Pada umumnya metode yang dipilih yaitu metode ceramah, pemberian tugas, diskuksi, problem solving, Head Nombering Together, dan metode simulasi. Berdasarkan kesepakatan antara Kami dengan Dosen LB PPL maka evaluasi yang dipilih yaitu tes tetulis berupa ulangan harian yang dilaksanakan setiap pokok bahasan telah selesai dilaksanakan dan Ujian Akhir Semester untuk mengevalusai secara keseluruhan proses pembelajaran selama satu semester.
Bimbingan dengan Dosen Tetap PPL Alternatif yang ditempuh: Berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dengan pihak UPI maka disepakati proses pembuatan silabus dan rencana pembelajaran ini disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, walaupun pada intinya sekolah memberikan kebebasan kepada Kami untuk membuat inovasi baru pada silabus, rencana pembelajaran dan penmapilan di kelas supaya lebih tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.















BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
SMA Negeri 7 merupakan sekolah yang memiliki berbagai kelebihan. Selain SMA ini senantiasa memiliki prestasi akademik, juga banyak prestasi non akademik yang diterima oleh sekolah ini. SMA Negeri 7 juga memiliki sarana dan fasilitas yang cukup memadai dalam proses pembelajaran. Para siswanya memiliki intelegensi yang tinggi, para pengajar (khususnya Kami) tinggal mengarahkan proses pembelajaran, mereka akan mudah mencerna. Namun, ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh kami (para PLP) yaitu hal-hal yang berhubungan dengan penguasaan kelas, memotivasi siswa, dan menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran.
Adapun hal-hal yang dapat kami ambil setelah melakukan praktik PLP ini yaitu untuk menjadi seorang pendidik (guru) tidaklah semudah seperti apa yang kita bayangkan, guru dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik. Tanggung jawab terberat seorang guru yaitu bagaimana memanusiakan manusia, dimana guru tersebut tidak hanya menyampaikan materi semata tetapi mentransformasi hal-hal yang berhubungan dengan moral, etika, norma, budaya, dan nilai-nilai lainya sehingga tujuan akhirnya menjadikan para siswanya menjadi warga negera yang baik (manusia Indonesia seutuhnya).
Siswa SMA Negeri 7 Bandung yang memiliki kualits tinggi mendorong dan memotivasi kami untuk terus belajar. Praktik PLP ini semoga mejadi bekal bagi Kami untuk melanjutkan perjuangan menjadi seorang pendidik yang akan mengantarkan para siswanya menjadi individu-individu yang berguna khususnya bagi dirinya sendiri dan umumnya untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

B. Saran
MA Negeri 7 merupakan sekolah yang memiliki kualitas baik hal ini dengan nilai kareditas sekolah ini yang dapat mencapai “A”, untuk meningkatkan dan menambah suasana dan wahana baru dalam pembelajaran alangkah baiknya dapat menambah jurusan parktikan P LP untuk tahun kedepannya. Praktikan PLP tahun 2009/2010 hanya sepuluh jurusan saja yaitu Pendidikan Sejarah, PKN, Olah Raga, Bahasa Sunda, Bahasa Jepang, Bahasa Jeman, Kimia, Fisika, Geografi dan BK. Jurusan tersebut dapat ditambah untuk memberikan iklim baru bagi proses pembelajaran di SMA Negeri 7, sehingga prestasi terbaik tahun ini dapat dipertahankan dan menjadi lebih baik lagi pada tahun-tahun berikutnya. Tentu saja inipun harus diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana sekolah juga pengoptimalan fasilitas sekolah.


























DAFTAR PUSTAKA

Bahri, Syaiful. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Hasan, Rusman. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Jakarta : Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
Harjanto. 1997. Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Idris, Jahara. 1991. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Erlangga
Mulyasa, E. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Syamsudin, Abin. 1990. Psikologi Pensisikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Suparno, S, Anah dkk. 1993. Program Pengalamann Lapangan (PPL). Jakarta : Depdikbud Dirjen PT PPTK.
Usman, Uzer Moh. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.
UPT PPL UPI. 2004. Panduan Praktek Kependidikan (PPK). Tahun 2003. Bandung : UPT PPL UPI.















Lampiran










Sarana Ibadah


Sarana Olahraga

Internet



Laboratorium Komputer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar